PENDEKATAN SOSIOLOGIS BUDAYA DALAM PAI: MENJAWAB TANTANGAN MODERNITAS DAN PLURARISME

Abdussalam Ridho, Nur Kholik Afandi

Abstract


Abstract: The era of globalization, accompanied by advancements in information technology, the dominance of popular culture, and the massive use of social media, has reshaped how young people perceive religion. This article aims to analyze the impact of modernity and globalization on the religiosity of young generations and describe the urgency of the sociocultural approach in Islamic Religious Education (PAI) as a response to contemporary challenges. This research adopts a qualitative method with a literature review approach, utilizing scientific sources such as journals, books, and relevant academic articles. The findings show that modernity and social media have fostered individual spiritual expressions, weakened the authority of religious leaders, and resulted in partial and textual religious understanding. These developments highlight the need for a new approach in PAI that is not only normative but also contextual and communicative. The sociocultural approach views religion as a dynamic social phenomenon, allowing students to understand Islam within the social and cultural realities they face. Historically, this approach has proven effective in spreading Islam in Indonesia, as seen in the methods used by early Islamic scholars who integrated local cultural elements into their teachings. In education, this approach significantly contributes to enriching PAI materials to be more relevant to social realities and more effective in instilling values of tolerance, empathy, and social awareness. Therefore, integrating the sociocultural approach into PAI is a c rucial strategy to shape a generation of Muslims who are faithful, adaptive, and actively involved in building a harmonious multicultural society.Keywords: Cultural Sociology, Modernity, PAI, Pluralism.Abstrak: Era globalisasi yang diiringi oleh kemajuan teknologi informasi, dominasi budaya populer, dan penggunaan media sosial secara masif telah membentuk cara pandang baru terhadap agama di kalangan generasi muda. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis dampak dari modernitas dan globalisasi terhadap keberagamaan generasi muda, serta mendeskripsikan urgensi pendekatan sosiologis budaya dalam pendidikan agama Islam (PAI) sebagai respons terhadap tantangan zaman. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka, memanfaatkan literatur ilmiah seperti jurnal, buku, dan artikel terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modernitas dan media sosial telah melahirkan fenomena spiritualitas individual, pelemahan otoritas tokoh agama, serta pemahaman agama yang cenderung parsial dan tekstual. Hal ini menunjukkan perlunya pendekatan baru dalam PAI yang tidak sekadar normatif, tetapi juga kontekstual dan komunikatif. Pendekatan sosiologis budaya memandang agama sebagai fenomena sosial yang dinamis, memungkinkan peserta didik memahami Islam dalam konteks sosial dan budaya yang mereka alami. Historisnya, pendekatan ini telah terbukti efektif dalam penyebaran Islam di Indonesia, seperti yang dilakukan oleh para wali dengan mengintegrasikan budaya lokal dalam dakwah. Dalam konteks pendidikan, pendekatan ini memberi kontribusi besar dalam memperkaya materi PAI agar lebih relevan dengan realitas sosial dan lebih efektif dalam menanamkan nilai-nilai toleransi, empati, dan kesadaran sosial. Oleh karena itu, integrasi pendekatan sosiologis budaya dalam PAI menjadi strategi penting untuk membentuk generasi muslim yang beriman, adaptif, dan aktif dalam membangun masyarakat multikultural yang harmonis.Kata Kunci: Modernitas, PAI, Plurarisme, Sosiologis Budaya.

References


Afifah, Silvia Nurul, Fakultas Tarbiyah, Institut Pesantren, dan Mathaliul Falah, “Develop Interpersonal Intelligence based on Islamic Parenting,” 3.2 (2022), hal. 45–50

Afwadzi, Benny, “Membangun Integrasi Ilmu-Ilmu,” Jurnal Living Hadis, 1.1 (2016), hal. 102–28

Bustan, Fransiskus, Agustinus Mahur, dan Alexander H. Kabelan, “Karakteristik Dan Dinamika Sistem Pertanian Lahan Kering Dalam Kebudayaan Manggarai,” Jurnal Lazuardi, 3.1 (2020), hal. 344–67, doi:10.53441/jl.vol3.iss1.25

Dalimunthe, Dewi Shara, “Transformasi Pendidikan Agama Islam: Memperkuat Nilai-nilai Spiritual, Etika, dan Pemahaman Keislaman dalam Konteks Modern,” Al-Murabbi: Jurnal Pendidikan Islam, 1.1 (2023), hal. 75–96, doi:10.62086/al-murabbi.v1i1.426

Damanik, Dapot, Wilson Simanjuntak, Jaya Nainggolan, dan Antoni Ricardo Pasaribu, “Sikap Adaptif dalam Konteks Keragaman Hidup Beragama,” DUNAMIS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani, 8.2 (2024), hal. 1044–51, doi:10.30648/dun.v8i2.1384

Hakim, Arfin Aflahul, Universitas Islam, Negeri Prof, dan K H Saifuddin Zuhri, “Pendekatan Historis dalam Memahami Perkembangan Islam di Indonesia : Analisis Sosial dan Keagamaan”

Janah, Nasitotul, “Pendekatan Normativitas dan Historisitas serta Implikasinya dalam Perkembangan Pemikiran Islam,” Cakrawala: Jurnal Studi Islam, 13.2 (2018), hal. 102–19, doi:10.31603/cakrawala.v13i2.2331

Jensen, Lene Arnett, “The Cultural Psychology of Religiosity, Spirituality, and Secularism in Adolescence,” Adolescent Research Review, 6.3 (2021), hal. 277–88, doi:10.1007/s40894-020-00143-0

Khoiruddin, M. Arif, “Pendekatan Sosiologi Dalam Studi Islam,” Jurnal Pemikiran Keislaman, 25.2 (2014), hal. 348–61, doi:10.33367/tribakti.v25i2.191

Kirani, Dina, “Jurnal LUMBUNG AKSARA,” 2 (2023), hal. 20–26

Makmur, Andi, “Problematika Pendidikan Islam,” Al-Qalam: Jurnal Kajian Islam dan Pendidikan, 6.2 (2020), hal. 1–14, doi:10.47435/al-qalam.v6i2.163

Nasikhin, Shodiq, Nasikhin, Ulul Albab, Baiti Al-Ami, dan Ismutik, “Tantangan Pendidikan Agama Islam di Era Posh Truth,” Al Manam, 2.1 (2022), hal. 25–36

Ni’amulloh Ash Shidiqie, Nouval Fitra Akbar, dan Andhita Risko Faristiana, “Perubahan Sosial dan Pengaruh Media Sosial Tentang Peran Instagram dalam Membentuk Identitas Diri Remaja,” Simpati, 1.3 (2023), hal. 98–112, doi:10.59024/simpati.v1i3.225

Nur’aini, Nur’aini, dan Hamzah Hamzah, “Kecerdasan Emosional, Intelektual, Spiritual, Moral dan Sosial Relevansinya Dengan Pendidikan Agama Islam Perspektif Al-Qur’an,” Jurnal Educatio FKIP UNMA, 9.4 (2023), hal. 1783–90, doi:10.31949/educatio.v9i4.5867

Patih, Ahmad, Acep Nurulah, dan Firman Hamdani, “Upaya Membangun Sikap Moderasi Beragama Melalui Pendidikan Agama Islam dan Pendidikan Kewarganegaraan Pada Mahasiswa Perguruan Tinggi Umum,” Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam, 12.001 (Special Issue 2023) (2023), hal. 1387–1400

Syakhrani, Abdul Wahab, “Memperkuat Eksistensi Pendidikan Islam Di Era 4.0,” CBJIS : Cross-Border Journal of Islamic Studies, 1.2 (2019), hal. 57–69, doi:10.37567/siln.v1i2.90

Wajdi, Firdaus, “Penguatan Spiritualitas Islam pada Remaja Muslim di Masa Pandemi,” Satwika : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, 2.1 (2022), hal. 53–62, doi:10.21009/satwika.020108

Zain, Asmuni, dan Zainul Mustain, “Penguatan Nilai-Nilai Spiritual dan Moralitas di Era Digital melalui Pendidikan Agama Islam,” JEMARI : Jurnal Edukasi Madrasah Ibtidaiyah, 6.2 (2024), hal. 94–103




DOI: https://doi.org/10.47732/adb.v8i2.923

Addabana: Jurnal Pendidikan Agama Islam are indexed by:

                       


E-ISSN: 2620-6129

P-ISSN: 2654-4849


Published by STAI AL FALAH BANJARBARU

Designed by Yoni AF

Number of Visits:    Web
Analytics     Flag Counter 


Contact us:

ADDABANA: Jurnal Pendidikan Agama Islam

Address: Jl. A. Yani Km. 23 Landasan Ulin - Banjarbaru
Postal Code: 70723
Province: South Kalimantan
Telephone : (+62)511-4705260
Email: addabana@staialfalahbjb.ac.id

This work is licensed under Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International