PENDEKATAN SOSIOLOGIS BUDAYA DALAM PAI: MENJAWAB TANTANGAN MODERNITAS DAN PLURARISME
DOI:
https://doi.org/10.47732/adb.v8i2.923Abstract
Abstract: The era of globalization, accompanied by advancements in information technology, the dominance of popular culture, and the massive use of social media, has reshaped how young people perceive religion. This article aims to analyze the impact of modernity and globalization on the religiosity of young generations and describe the urgency of the sociocultural approach in Islamic Religious Education (PAI) as a response to contemporary challenges. This research adopts a qualitative method with a literature review approach, utilizing scientific sources such as journals, books, and relevant academic articles. The findings show that modernity and social media have fostered individual spiritual expressions, weakened the authority of religious leaders, and resulted in partial and textual religious understanding. These developments highlight the need for a new approach in PAI that is not only normative but also contextual and communicative. The sociocultural approach views religion as a dynamic social phenomenon, allowing students to understand Islam within the social and cultural realities they face. Historically, this approach has proven effective in spreading Islam in Indonesia, as seen in the methods used by early Islamic scholars who integrated local cultural elements into their teachings. In education, this approach significantly contributes to enriching PAI materials to be more relevant to social realities and more effective in instilling values of tolerance, empathy, and social awareness. Therefore, integrating the sociocultural approach into PAI is a c rucial strategy to shape a generation of Muslims who are faithful, adaptive, and actively involved in building a harmonious multicultural society.Keywords: Cultural Sociology, Modernity, PAI, Pluralism.Abstrak: Era globalisasi yang diiringi oleh kemajuan teknologi informasi, dominasi budaya populer, dan penggunaan media sosial secara masif telah membentuk cara pandang baru terhadap agama di kalangan generasi muda. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis dampak dari modernitas dan globalisasi terhadap keberagamaan generasi muda, serta mendeskripsikan urgensi pendekatan sosiologis budaya dalam pendidikan agama Islam (PAI) sebagai respons terhadap tantangan zaman. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka, memanfaatkan literatur ilmiah seperti jurnal, buku, dan artikel terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modernitas dan media sosial telah melahirkan fenomena spiritualitas individual, pelemahan otoritas tokoh agama, serta pemahaman agama yang cenderung parsial dan tekstual. Hal ini menunjukkan perlunya pendekatan baru dalam PAI yang tidak sekadar normatif, tetapi juga kontekstual dan komunikatif. Pendekatan sosiologis budaya memandang agama sebagai fenomena sosial yang dinamis, memungkinkan peserta didik memahami Islam dalam konteks sosial dan budaya yang mereka alami. Historisnya, pendekatan ini telah terbukti efektif dalam penyebaran Islam di Indonesia, seperti yang dilakukan oleh para wali dengan mengintegrasikan budaya lokal dalam dakwah. Dalam konteks pendidikan, pendekatan ini memberi kontribusi besar dalam memperkaya materi PAI agar lebih relevan dengan realitas sosial dan lebih efektif dalam menanamkan nilai-nilai toleransi, empati, dan kesadaran sosial. Oleh karena itu, integrasi pendekatan sosiologis budaya dalam PAI menjadi strategi penting untuk membentuk generasi muslim yang beriman, adaptif, dan aktif dalam membangun masyarakat multikultural yang harmonis.Kata Kunci: Modernitas, PAI, Plurarisme, Sosiologis Budaya.References
Afifah, Silvia Nurul, Fakultas Tarbiyah, Institut Pesantren, dan Mathaliul Falah, “Develop Interpersonal Intelligence based on Islamic Parenting,” 3.2 (2022), hal. 45–50
Afwadzi, Benny, “Membangun Integrasi Ilmu-Ilmu,” Jurnal Living Hadis, 1.1 (2016), hal. 102–28
Bustan, Fransiskus, Agustinus Mahur, dan Alexander H. Kabelan, “Karakteristik Dan Dinamika Sistem Pertanian Lahan Kering Dalam Kebudayaan Manggarai,” Jurnal Lazuardi, 3.1 (2020), hal. 344–67, doi:10.53441/jl.vol3.iss1.25
Dalimunthe, Dewi Shara, “Transformasi Pendidikan Agama Islam: Memperkuat Nilai-nilai Spiritual, Etika, dan Pemahaman Keislaman dalam Konteks Modern,” Al-Murabbi: Jurnal Pendidikan Islam, 1.1 (2023), hal. 75–96, doi:10.62086/al-murabbi.v1i1.426
Damanik, Dapot, Wilson Simanjuntak, Jaya Nainggolan, dan Antoni Ricardo Pasaribu, “Sikap Adaptif dalam Konteks Keragaman Hidup Beragama,” DUNAMIS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani, 8.2 (2024), hal. 1044–51, doi:10.30648/dun.v8i2.1384
Hakim, Arfin Aflahul, Universitas Islam, Negeri Prof, dan K H Saifuddin Zuhri, “Pendekatan Historis dalam Memahami Perkembangan Islam di Indonesia : Analisis Sosial dan Keagamaan”
Janah, Nasitotul, “Pendekatan Normativitas dan Historisitas serta Implikasinya dalam Perkembangan Pemikiran Islam,” Cakrawala: Jurnal Studi Islam, 13.2 (2018), hal. 102–19, doi:10.31603/cakrawala.v13i2.2331
Jensen, Lene Arnett, “The Cultural Psychology of Religiosity, Spirituality, and Secularism in Adolescence,” Adolescent Research Review, 6.3 (2021), hal. 277–88, doi:10.1007/s40894-020-00143-0
Khoiruddin, M. Arif, “Pendekatan Sosiologi Dalam Studi Islam,” Jurnal Pemikiran Keislaman, 25.2 (2014), hal. 348–61, doi:10.33367/tribakti.v25i2.191
Kirani, Dina, “Jurnal LUMBUNG AKSARA,” 2 (2023), hal. 20–26
Makmur, Andi, “Problematika Pendidikan Islam,” Al-Qalam: Jurnal Kajian Islam dan Pendidikan, 6.2 (2020), hal. 1–14, doi:10.47435/al-qalam.v6i2.163
Nasikhin, Shodiq, Nasikhin, Ulul Albab, Baiti Al-Ami, dan Ismutik, “Tantangan Pendidikan Agama Islam di Era Posh Truth,” Al Manam, 2.1 (2022), hal. 25–36
Ni’amulloh Ash Shidiqie, Nouval Fitra Akbar, dan Andhita Risko Faristiana, “Perubahan Sosial dan Pengaruh Media Sosial Tentang Peran Instagram dalam Membentuk Identitas Diri Remaja,” Simpati, 1.3 (2023), hal. 98–112, doi:10.59024/simpati.v1i3.225
Nur’aini, Nur’aini, dan Hamzah Hamzah, “Kecerdasan Emosional, Intelektual, Spiritual, Moral dan Sosial Relevansinya Dengan Pendidikan Agama Islam Perspektif Al-Qur’an,” Jurnal Educatio FKIP UNMA, 9.4 (2023), hal. 1783–90, doi:10.31949/educatio.v9i4.5867
Patih, Ahmad, Acep Nurulah, dan Firman Hamdani, “Upaya Membangun Sikap Moderasi Beragama Melalui Pendidikan Agama Islam dan Pendidikan Kewarganegaraan Pada Mahasiswa Perguruan Tinggi Umum,” Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam, 12.001 (Special Issue 2023) (2023), hal. 1387–1400 <https://doi.org/10.30868/ei.v12i001.6139>
Syakhrani, Abdul Wahab, “Memperkuat Eksistensi Pendidikan Islam Di Era 4.0,” CBJIS : Cross-Border Journal of Islamic Studies, 1.2 (2019), hal. 57–69, doi:10.37567/siln.v1i2.90
Wajdi, Firdaus, “Penguatan Spiritualitas Islam pada Remaja Muslim di Masa Pandemi,” Satwika : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, 2.1 (2022), hal. 53–62, doi:10.21009/satwika.020108
Zain, Asmuni, dan Zainul Mustain, “Penguatan Nilai-Nilai Spiritual dan Moralitas di Era Digital melalui Pendidikan Agama Islam,” JEMARI : Jurnal Edukasi Madrasah Ibtidaiyah, 6.2 (2024), hal. 94–103
Downloads
Published
Issue
Section
License
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.


