REAKTUALISASI HUKUM ADAT MINANGKABAU UNTUK PERLINDUNGAN ANAK DALAM KELUARGA MATRILINEAL MODERN

Pendekatan Sosio-Legal terhadap Nilai Kekerabatan dan Keadilan Anak

Penulis

  • Ahmad Nur Salim Surabaya
  • Arini Haque Anju Syafa
  • Mazro'atus Sa'adah

DOI:

https://doi.org/10.47732/maqashiduna.v3i2.965

Kata Kunci:

Child protection, local wisdom, matrilineal family, Minangkabau customary law, revitalization.

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kembali relevansi dan penerapan nilai-nilai hukum adat Minangkabau dalam konteks perlindungan anak di keluarga matrilineal modern. Tradisi Minangkabau yang menempatkan garis keturunan melalui ibu memiliki potensi kuat dalam menjamin kesejahteraan anak, namun modernisasi dan perubahan struktur sosial telah memunculkan tantangan baru terhadap sistem nilai tersebut. Dengan menggunakan pendekatan sosio-legal, penelitian ini menelaah aspek hukum adat, norma sosial, serta dinamika keluarga Minangkabau kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa reaktualisasi prinsip-prinsip adat seperti bundo kanduang dan musyawarah kaum dapat memperkuat sistem perlindungan anak yang berkeadilan dan berkelanjutan. Kajian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan hukum nasional yang sensitif terhadap nilai budaya lokal dan perlindungan hak anak.

Referensi

Ariani, Iva. “Nilai Filosofis Budaya Matrilineal Di Minangkabau (Relevansinya Bagi Pengembangan Hak-Hak Perempuan Di Indonesia).” Jurnal Filsafat 25, no. 1 (2016): 32. https://doi.org/10.22146/jf.12613.

Chandra, Heru, Agung Iriantoro, and Tanawat Teepapal. “The Problem of Recognizing Minangkabau Common Land Ownership Rights Between the Matrilineal System and Indonesian Legislation.” PENA LAW: International Journal of Law, 2025. https://doi.org/10.56107/penalaw.v3i2.234.

Firdaus, Dwi Rini Sovia. “The Coexistence Between Matrilineal Family Structures and the Religious Order of the Minangkabau Community.” Jurnal Komunikasi Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia 4, no. 1 (2019): 18–25. https://doi.org/10.25008/jkiski.v4i1.223.

Handrianto, Ciptro. “The Roles of Matrilineal System Towards Integrating Religious and Cultural Values in Minangkabau Community.” Jurnal Ilmiah Peuradeun 5, no. 3 (2017): 373. https://doi.org/10.26811/peuradeun.v5i3.170.

Hidayat, Rahmat. “Sistem Kekerabatn Dan Sistem Kekerabatan Parental Dalam Adat Minangkabau.” Jurnal Cerdas Hukum 3 (2024): 144.

Rahman, Tengku Rizki, Muhammad Saputra, Jl William, Iskandar V Ps, Medan Estate, Kec Percut, Sei Tuan, and Kabupaten Deli Serdang. “Relevansi Sistem Kewarisan Matrilineal Minangkabau Dalam Masyarakat Kontemporer.” Jurnal Ilmiah Research Student 2, no. 2 (2025): 562. https://doi.org/10.61722/jirs.v2i2.5697.

Yanis Saputra, M. “Pengangkatan Anak Dalam Adat Minangkabau Perspektif Hukum Islam.” Jurnal Cerdas Hukum 2 (2024): 67–76.

Zaky, Muhammad Ihsan. “Daerah Perantauan” 4, no. 1 (2020): 61–67.

Zulkifli, Syarah, Syofiani Syofiani, Farhan Julyansyach, and Idul Febrianda. “Filosofi Nilai Budaya Matrilineal Di Minangkabau Dan Hubungannya Dengan Pengembangan Hak-Hak Perempuan Di Indonesia.” Jurnal Ilmiah Langue and Parole 7, no. 1 (2023): 52–56. https://doi.org/10.36057/jilp.v7i1.617.

##submission.downloads##

Diterbitkan

2026-01-10

Terbitan

Bagian

Articles