PERKAWINAN DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM DAN HUKUM ADAT DAYAK NGAJU

Authors

  • Abyazzaki Raihan Wahidin Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Falah Banjarbaru
  • Haikal Kamil Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Falah Banjarbaru
  • Muhammad Rif'an Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Falah Banjarbaru

DOI:

https://doi.org/10.47732/maqashiduna.v4i1.1060

Keywords:

Bridewealth, Customary law, Dayak Ngaju

Abstract

Perkawinan di Indonesia merupakan institusi hukum, sosial, dan kultural yang tidak hanya menyatukan dua individu, tetapi juga dua keluarga dan dua sistem nilai. Artikel ini mengkaji perkawinan dalam perspektif hukum Islam dan hukum adat Dayak Ngaju. Tujuan penelitian ini adalah menjelaskan konsep, tujuan, dan mekanisme perkawinan menurut kedua sistem tersebut, sekaligus menyoroti titik temu dan perbedaannya. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan dengan pendekatan kualitatif, melalui telaah terhadap literatur hukum Islam, norma adat Dayak Ngaju, serta regulasi nasional seperti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan. Hasil kajian menunjukkan bahwa baik hukum Islam maupun adat Dayak Ngaju sama-sama memandang perkawinan sebagai ikatan sah yang memiliki konsekuensi moral dan sosial, serta berfungsi menjaga kehormatan keluarga dan keberlanjutan garis keturunan. Namun, keduanya berbeda dalam struktur akad, peran keluarga besar, dan bentuk pemberian seperti mahar dalam Islam serta belis dalam adat Dayak Ngaju. Temuan ini menegaskan bahwa praktik perkawinan tidak dapat dipahami hanya dari satu kerangka hukum tunggal, tetapi harus dilihat sebagai interaksi antara agama, adat, dan hukum negara.

References

Adharsyah, Malik, Muhammad Sidqi, dan Muhammad Auia Rizki, “Pernikahan dalam Perspektif Hukum Islam,” Jurnal Syariah dan Ekonomi Islam, Vol. 2, No. 1, Juni 2024

Rampay, Darwis Luther, Perkawinan Menurut Hukum Adat Dayak Ngaju Kalimantan Tengah Ditinjau Dari Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan. Thesis Thesis, Universitas Airlangga, 2013

Sari, Wiwit Juliana, Yeti Kurniati, dan Eko Susanto Tejo, “Eksistensi Perkawinan Adat di Tengah Pengaruh Hukum Nasional: Studi Perbandingan di Beberapa Daerah Indonesia,” Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora dan Politik, Vol. 5, No. 1, 2024

Alam, Md. Mahmudul, Muhammad Nazmul Hoque, dan Ruhaini Muda. “Assessment of the Sharīʿah Requirements in the Malaysian Islamic Financial Services Act 2013 from the Managerialism and Maqāṣid Al-Sharīʿah Perspectives.” Journal of Islamic Accounting and Business Research 14, no. 8 (2023): 1152–66. https://doi.org/10.1108/JIABR-01-2022-0025.

Anshori, Teguh. “MENUJU FIQIH PROGRESIF (Fiqih Modern Berdasarkan Maqashid Al Syariah Perspektif Jaser Auda).” Al-Syakhsiyyah: Journal of Law & Family Studies 2, no. 1 (2020): 168–81. https://doi.org/10.21154/syakhsiyyah.v2i1.2166.

Arifin, Ahmad Fauzan, Muhammad Erfan, Muhammad Rizqi, dan Muhammad Anshari. “HIYAL SEBAGAI TEORI PEREKAYASA DALAM HUKUM ISLAM.” MAQASHIDUNA: JURNAL HUKUM KELUARGA ISLAM 1, no. 2 (2024): 183–203. https://doi.org/10.47732/maqashiduna.v1i2.328.

Atamy, Wahyu Fitrianoor, dan Norfadillah Norfadillah. “FENOMENA TAJDID NIKAH PERSPEKTIF HUKUM POSITIF DI INDONESIA.” TASHWIR 11, no. 02 (2024): 85–104. https://doi.org/10.18592/jt.v11i02.11521.

Burga, Muhammad Alqadri, dan Muljono Damopolii. “Reinforcing Religious Moderation through Local Culture-Based Pesantren.” Jurnal Pendidikan Islam 8, no. 2 (2022): 145–62. https://doi.org/10.15575/jpi.v8i2.19879.

Fitrianoor, Wahyu. “ANALISIS PUTUSAN HAKIM DALAM PENETAPAN NAFKAH IDDAH: STUDI KASUS PENGADILAN AGAMA KOTA BANJARBARU.” MAQASHIDUNA: JURNAL HUKUM KELUARGA ISLAM 3, no. 1 (2025): 79–102. https://doi.org/10.47732/maqashiduna.v3i1.758.

Fitrianoor, Wahyu. “CULTURAL ASSIMILATION IN MARRIAGE BETWEEN BANJAR AND DAYAK TRIBES.” Al-Falah: Jurnal Ilmiah Keislaman dan Kemasyarakatan 21, no. 2 (2021): 2. https://doi.org/10.47732/alfalahjikk.v21i2.155.

Fitrianoor, Wahyu. “HUKUM PERKAWINAN MUSLIM DI BRUNEI DARUSSALAM (STUDI ANALISIS MASLAHAT AT-THUFI).” MAQASHIDUNA: JURNAL HUKUM KELUARGA ISLAM 1, no. 2 (2024): 121–37. https://doi.org/10.47732/maqashiduna.v1i2.320.

Hikmah, Nurul, dan Muhammad Yazid. “Maqashid Al-Syariah as a Contemporary Economic Solution According to Yusuf Al-Qaradawi.” ITQAN: Journal of Islamic Economics, Management, and Finance 4, no. 1 (2024): 51–63. https://doi.org/10.57053/itqan.v4i1.62.

Maulida, Syahdatul, dan Mohammad Mahbubi Ali. “Maqasid Shariah Index: A Literature Review.” Maqasid al-Shariah Review 2, no. 1 (2023). https://doi.org/10.58968/msr.v2i1.309.

Mohammed Hassanein, Abdelrahman Abdelhamid. “The Complementarity of Ijtihad and the Maqasid Al-Shariah in Islamic Law: An Analytical Study.” International Journal of Academic Research in Business and Social Sciences 15, no. 5 (2025): Pages 847-859. https://doi.org/10.6007/IJARBSS/v15-i5/25424.

Nasution, Muhammad Syukri Albani. “PERSPEKTIF FILSAFAT HUKUM ISLAM ATAS HAK DAN KEWAJIBAN SUAMI ISTRI DALAM PERKAWINAN.” Analisis: Jurnal Studi Keislaman 15, no. 1 (2017): 63–80. https://doi.org/10.24042/ajsk.v15i1.713.

Sri Ayu Andari Putri Alwaris, Achmad Musyahid, dan Rahmatiah. “STUDY OF ISLAMIC LEGAL PHILOSOPHY AS A PHILOSOPHICAL APPROACH TO ISLAMIC LAW.” Multidisciplinary Indonesian Center Journal (MICJO) 2, no. 2 (2025): 1758–65. https://doi.org/10.62567/micjo.v2i2.530.

Sulaiman Jamrozi, Ahmad Syafi’i, Suad Fikriawan, Syamsul Anwar, dan Misnen Ardiansyah. “Maqashid al-Sharia in the Study of Hadith and its Implication for the Renewal of Islamic Law: Study on Jasser Auda’s Thought.” Justicia Islamica 19, no. 1 (2022): 74–93. https://doi.org/10.21154/justicia.v19i1.3269.

Downloads

Published

2026-07-16

Issue

Section

Articles